Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan

Ojek kapal tolak kapal cepat di Pulau Seribu

Posted by Lambang Insiwarifianto Jumat, 07 Mei 2010 0 komentar
Kalangan pengusaha wisata bahari mendesak Pemprov DKI segera menetapkan
pangsa pasar kapal cepat KM Kerapu dan KM Lumba-Lumba agar tidak menjadi
pesaing langsung ojek kapal di Kepulauan Seribu.
Sekjen Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Didien Junaedy mengatakan para
pemilik ojek kapal, nahkoda dan anak buah kapalnya telah menunjukkan ketidak
sukaannya terhadap kehadiran kapal cepat karena khawatir kehilangan
penumpangnya.
"Kami dapat memahami sikap para pemilik ojek kapal, nahkoda dan anak buah
kapalnya yang menolak kehadiran kapal cepat, untuk itu Pemprov dan operator
harus segera menentukan pangsa pasarnya masing-masing," katanya di Jakarta
hari ini.
Pemilik dan operator kapal tradisional penyeberangan ke dan dari Kepulauan
Seribu yang disebut ojek kapal, telah melancarkan aksi penolakan atas
kehadiran kapal cepat KM Kerapu dan KM Lumba-Lumba di Pulau Pramuka akhir
pekan lalu.
Sebab, kapal cepat yang dioperasikan dari Marina Ancol, Jakarta Utara cukup
menarik pengunjung karena tarifnya relatif murah hanya Rp30.000 per
penumpang dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik dari ojek kapal.
Sementara tarif ojek kapal yang juga mengangkut penumpang ke dan dari Muara
Angke Jakarta Utara sebesar Rp30.000-Rp35.000 per orang sesuai tujuanya
yaitu Pulau Panggang dan Pulau Kelapa dengan kualitas pelayanan yang
terbatas.
Didien mengatakan ojek kapal tetap dipertahankan keberadaannya dengan
dilakukan perbaikan kualitas pelayanan dan jaminan keselamatan bagi
penumpang dan operator kapal untuk melayani warga kepulauan dan juga
wisatawan.
Sedangkan kapal cepat, lanjutnya, ditetapkan segmentasi penumpangnya secara
tepat dengan tarif yang lebih mahal dari ojek kapal dan kualitas pelayanan
dan keselamatan penumpang harus benar-benar terjamin.
"Dengan tarif yang lebih mahal dan segmentasi penumpang yang jelas yaitu
warga dan wisatawan yang mau membayarnya maka ketegangan dengan pemilik ojek
kapal dapat dihindari," ujarnya.
Sementara itu Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin mengatakan dapat memaklumi
aksi yang dilakukan masyarakat pemilik, nahkoda dan anak buah kapal ojek
yang merasah lahanya terancam diambil kapal cepat KM Kerapu I dan KM
Lumba-Lumba.
"Kami mengakui sosialisasi rencana pengoperasian kapal cepat masih kurang,
dan kami juga akan meminta Dinas Perhubungan DKI mengevaluasi mekanisme
pengelolaannya agar gesekan antara pemilik ojek kapal dan pihak dinas tidak
meruncing," ujarnya.
Dinas Perhubungan DKI memiliki 8 unit kapal cepat untuk penumpang
masing-masing dua unit KM Lumba-Lumba berkapasitas 50 tempat duduk per
kapalt dan 6 unit KM Kerapu dengan kapasitas 30 tempat duduk per kapal.
(mrp)
Oleh: Nurudin Abdullah
Bisnis Indonesia











Baca Selengkapnya ....

Warga Protes Operasional Kapal Cepat di Pulau Seribu

Posted by Lambang Insiwarifianto Senin, 03 Mei 2010 0 komentar
Kehadiran kapal cepat KM Kerapu I dan KM Lumba-Lumba di Kepulauan Seribu, menyisakan permasalahan baru bagi warga sekitar. Tak kurang 20 warga yang berasal dari pemilik ojek kapal, nahkoda, dan anak buah kapal (ABK) yang sehari-hari menggantungkan hidup dari jasa penyeberangan kapal tradisional memprotes pengoperasian kapal cepat itu, di Gedung Penyeberangan Dinas Perhubungan DKI di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulaupanggang, Kecamatan Pulauseribu Utara, Minggu (2/5). Warga meminta agar kapal cepat milik Dinas Perhubungan tidak melayani penumpang, karena di samping belum disosialisasikan kepada warga sekitar, juga dikhawatirkan mematikan usaha penyeberangan kapal tradisional penduduk.

Bahkan, warga mengancam akan menggelar aksi mogok operasi kapal-kapal ojek yang selama ini melayani rute Kepulauan Seribu-Muara Angke jika protes itu tidak ditanggapi. Aksi yang terjadi sekitar pukul 13.00 ini cukup mengejutkan sejumlah calon penumpang yang akan menggunakan KM Kerapu I. Terlebih, mereka dilarang menaiki kapal dan harus mengembalikan tiket yang sudah dibeli. "Jangan berangkat, kalau berangkat juga jangan salahkan kami bila berbuat yang lebih buruk," teriak salah seorang warga, Minggu, (2/5).

Syukur, perwakilan warga lain mengatakan, aksi protes ini merupakan imbas dari kurangnya sosialisasi pihak Dinas Perhubungan terkait dengan pengoperasian KM Kerapu dan Lumba-Lumba. Dengan tarif yang nyaris sama Rp 30 ribu, tetapi fasilitas yang lebih baik membuat penumpang kapal ojek beralih ke kapal cepat. "Itu sama saja mau mematikan usaha masyarakat secara perlahan," katanya.

Fadil, salah seorang pemilik ojek kapal mengungkapkan, beroperasinya kapal cepat itu menyebabkan terjadinya penurunan penumpang. Menurutnya, dengan fasilitas subsidi kapal cepat tidak terpengaruh dengan sedikit atau banyaknya penumpang. Sementara ojek yang dikelola oleh masyarakat sangat terpengaruh dengan jumlah penumpang. "Kalau akhir pekan tidak terasa, tapi hari-hari biasa penumpang ojek turun drastis karena beralih ke kapal cepat," jelasnya.

Protes sejumlah warga tak ayal membuat calon penumpang yang sedang berlibur takut kembali ke daratan dengan menggunakan KM Kerapu milik Dinas Perhubungan. Sejumlah calon penumpang akhirnya kembali ke darat dengan menggunakan KM Pesona Alam yang merupakan milik warga setempat. Sedangkan, KM Kerapu  I, KM Kerapu III, dan KM Kerapu V akhirnya balik ke Pantai Marina tanpa penumpang. "Waduh saya ke pulau mau berlibur, tapi mendapat masalah seperti ini," ungkap Japar, salah seorang pengunjung wisata yang mengaku terkejut menghadapi peristiwa tersebut.

Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin mengakui, cukup memaklumi aksi yang dilakukan masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta Dinas Perhubungan mengevaluasi mekanisme pengelolaannya. "Kami akan memfasilitasi atau menengahi masalah itu agar gesekan antar pemilik ojek kapal dengan Dinas Perhubungan tidak meruncing. Saya akui sosialisasi masih kurang," ungkapnya.

Kepala Divisi Penyeberangan PT Pelita Anugerah Bahari selaku operator KM Kerapu dan Lumba-Lumba, Zulkarnaen Muchtar, mengungkapkan, mengenai trayek itu kewenangannya berada di Dinas Perhubungan. Diakuinya, aksi warga itu juga akan menghambat operasional kapal cepat. "Tapi masalah itu akan dikembalikan ke dinas, memang kami belum melaksanakan sosialisasi. Kami bersedia duduk bareng dengan pemilik ojek agar kami juga kenal dengan mereka," ujar Zulkarnaen.

Perwakilan Dinas Perhubungan DKI Bidang Perhubungan Laut, Turipno, mengatakan, pengoperasian KM Kerapu dan Lumba-Lumba merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta memberikan fasilitas transportasi yang layak bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Menurutnya, sementara ini pengoperasian masih bersifat sosialisasi untuk mengetahui respons dan tanggapan masyarakat terhadap pelayan transportasi. "Kita siap menerima aspirasi masyarakat dan pemilik ojek, asal apa yang diminta harus sesuai dengan komitmen bersama," tandasnya.
beritajakarta.com

Baca Selengkapnya ....

Kapal Cepat Layani Kepulauan Seribu

Posted by Lambang Insiwarifianto Minggu, 02 Mei 2010 0 komentar

Untuk mendukung sekaligus memudahkan aktivitas masyarakat Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berkomitmen kembali mengoperasionalkan kapal-kapal cepat atau Kapal Motor (KM). Sebelumnya, kapal-kapal tersebut sempat melayani rute menuju pulau-pulau permukiman di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ataupun sebaliknya.

Hingga saat ini, rute-rute tersebut telah kembali dioperasionalkan sejak Selasa (27/4/2010) lalu. Adapun kapal cepat yang kembali dioperasikan, yakni KM Lumba-lumba terdiri dari dua unit yang berkapasitas 50 penumpang dan KM Kerapu yang terdiri dari 6 unit dan berkapasitas 25 orang. Keduanya akan berangkat dari Marina Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) pada pukul 08.00 dan akan kembali dari pulau tujuan menuju Marina TIJA pada pukul 14.00 setiap hari.

Nantinya, empat lintasan telah disiapkan bagi beroperasinya KM tersebut. Lintasan pertama dilalui KM Lumba-lumba melayani Marina-Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka-Pulau Kelapa pergi pulang (PP). Lintasan dua dilalui KM Kerapu, yang melayani Marina-Pulau Untung-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa (PP).


Sejak pertama kali diberangkatkan, respons penumpang sangat baik. Khusus KM Lumba-lumba, penumpang akan dilayani oleh pramugari dan diberikan makanan ringan.
-- Zulkarnaen Muchtar
Kemudian lintasan tiga dilalui KM Kerapu yang melayani Marina-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Tidung (PP).
Lintasan empat dilalui KM Kerapu yang melayani Marina-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Pari-Pulau Pramuka (PP) dan lintasan lima dilalui KM Kerapu yang melayani Marina-Pulau Untung Jawa-Pulau Pari-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa (PP).

Untuk tarif berdasarkan pembagian zona lintasan, yakni zona I antar-pulau Rp 25.000 ditambah Rp 800 biaya asuransi Jasa Raharja dan zona II dari Marina ke daerah tujuan akhir Rp 30.000 ditambah Rp 2.000 biaya asuransi Jasa Raharja.

Kepala Divisi Penyeberangan PT Pelita Anugerah Bahari (PT PAB) Zulkarnaen Muchtar mengatakan, sebagai rekanan yang ditunjuk Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk operator kapal cepat, pihaknya akan memberikan pelayanan yang terbaik terhadap penumpang. "Sejak pertama kali diberangkatkan, respons penumpang sangat baik," ungkap Zulkarnaen, Jumat (30/4/2010).

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang, sambung Zulkarnaen, setiap keberangkatan kapal dilengkapi dengan syarat pelayaran, seperti jalur pelayaran menggunakan GPS dan radio komunikasi perlengkapan keselamatan kapal seperti life jacket yang disesuaikan dengan penumpang dan ring boy. "Khusus KM Lumba-lumba, penumpang akan dilayani oleh pramugari dan diberikan makanan ringan," ungkapnya.

Bupati Administrasi Kepulauan Seribu Burhanuddin menyambut baik kembali beroperasinya kapal-kapal cepat Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang melayani rute ke pulau-pulau permukiman di Kepulauan Seribu.
Dia mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menanggulangi masalah transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat Kepulauan Seribu. "Kami menyambut baik beroperasinya lagi kapal cepat itu. Diharapkan dapat melayani warga Kepulauan Seribu," kata Burhanuddin.

Kembalinya pengoperasian kapal cepat di Kepulauan Seribu juga dalam rangka mendukung program Kepulauan Seribu sebagai salah satu ikon tujuan wisata bahari dan kuliner laut di DKI Jakarta.
Ia menambahkan, bagi penumpang yang berangkat menuju Kepulauan Seribu melalui Marina TIJA akan diberi keringanan yakni dibebaskannya biaya tarif di pintu masuk Ancol. "Kadishub sudah berkomitmen untuk berkerja sama dengan Pengelola TIJA. Ke depan, diusahakan penumpang bisa mendapat keringanan masuk Ancol," tandasnya.

Sebelumnya, kapal-kapal cepat tersebut juga telah melayani jalur transportasi laut menuju Kepulauan Seribu sejak tahun 2004. Namun, seiring perjalanan waktu, pengoperasian kapal cepat tersebut sempat terhenti pada tahun 2006.
Kemudian pada tahun 2008, kapal cepat tersebut kembali beroperasi. Sayangnya, hal itu hanya mampu bertahan selama empat bulan, hingga akhirnya kembali beroperasi pada tahun 2010

Baca Selengkapnya ....

PULAU PANTARA BOATS

Posted by Lambang Insiwarifianto Jumat, 27 Juli 2007 0 komentar

Boats Pulau Pantara Island resort 

Boat / kapal Pantara Island Resort berada di dermaga No.22-23 Marina Ancol Jakarta.

Jadwal Kapal

  • Boarding time = 08.00 am
  • Keberangkatan = 08.30 am
  • Durasi perjalanan = +/- 2 jam
  • Estimasi tiba di Pantara = 10.30 am
  • Kembali ke Jakarta = 14.00

PULAU PANTAR BOATPULAU PANTARA BOATPULAU PANTARA BOATPULAU PANTARA BOAT


Baca Selengkapnya ....

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman